
Tak kan lama lagi perayaan Imlek kan menjelang bagaimana dengan persiapan Anda tahun ini ? Jika Anda berkesempatan berlibur ke Hong kong maka bersiaplah "berpuasa" belanja minimal selama dua hari. Tradisi Hongkong merayakan tahun baru Imlek berbeda dengan masehi. Para pedagang memilih menutup tokonya agar dapat berkumpul bersama keluarga. Selain itu ada tradisi memberi bunga hingga pertengkaran keluarga. Mau tahu apa tradisi warga Hongkong? Berikut ini beberapa tips yang layak anda baca : - Pusat Perbelanjaan Tutup, mungkin hanya waktu tahun baru Imlek. Seluruh pusat perbelanjaan dan wisata di Hong Kong tutup terutama saat libur resmi tanggal 14 dan 15 Februari, sementara beberapa toko kecil mengambil libur seminggu penuh. Mereka biasanya meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman dekat. Hong Kong akan nampak seperti kota mati.
- Namun jangan bingung, karena bar dan klub tetap buka dan sibuk melayani turis serta pebisnis expatriat, sedangkan di pusat kota hanya tersedia makanan prasmanan untuk kalangan atas. Yang perlu anda waspadai juga, ketika Imlek tiba banyak orang Cina mudik pulang kampung. Jadi, jangan harap dapat tiket pesawat ataupun tempat duduk di kereta dan bis jika tidak memesan jauh hari.
- Hong Kong berubah menjadi Kota Bunga. Selain jutaan kilauan warna lampu neon serta pita merah menghiasi, rangkaian bunga juga akan mewarnai kota Hongkong. Bunga adalah lambang keberuntungan dan diberikan saat mengunjungi sanak keluarga untuk menyantap hidangan ayam dan ikan tahun baru.
- Mengunjungi Kuil. Saat perayaan tahun baru, warga Hong kong beserta keluarga umumnya datang ke kuil. Seraya berdoa dan berharap, Dewa memeberi keberuntungan untuk tahun depan. Ada baiknya, jika melihat upacara di kuil Anda tidak memotret mereka karena akan menggangu.
- Memberikan Ang Pao. Tahun baru Imlek berarti para pekerja biasanya mendapatkan hadiah yang dimasukkan kedalam amplop berwarna merah dan emas. Di Indonesia diistilahkan dengan Ang Pao sedang di Hong Kong disebut Lai See. Jika Anda tinggal di hotel dalam waktu lama atau sering makan di restaurant, biasanya anda disodorkan Lai See kosong untuk diisi dan diserahkan untuk mereka.
- Bercekcok dengan keluarga. Setelah hari libur ketiga Imlek, bukanlah hari bertemu dengan keluarga mertua. Jika warga Hong Kong menemui mertua di hari tersebut maka akan dihadiahi percekcokan, hari ini terkenal dengan hari argumen dan pertengkaran.(situs:gohongkong.about.com/AYB)
Sumber : http://gayahidup.liputan6.com (Diambil dari blog situs go Hong Kong)Temukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.

Siapa yang tahan dengan nikmatnya beragam hidangan yang disajikan saat perayaan Imlek. Pastinya kita selalu tergoda untuk mencicipi kelezatan aneka hidangan dan sajian yang selalu hadir sebagai tradisi perayaan tahun baru Imlek . Salah satu ciri khas kue yang cukup populer dimasa perayaan tahun baru Imlek ini yakni kue keranjang bulat yang khas dikenal sebagai kue cina imlek. “Keberadaan kue keranjang bulat ini bukan sekadar tradisi begitu saja, akan tetapi ada kisah yang melatar belakangi, mengapa sampai perayaan Imlek itu menghidangkan kue keranjang?” tutur tokoh Tionghoa, XF Asali (Lie Sau Fat) yang saya jumpai beberapa waktu lalu.Dijelaskan, dalam kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo (tempat masak) dalam dapur di setiap rumah ada dewa-nya yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti (Raja Surga). Dewa itu juga sering dikenal dengan sebutan Dewa Tungku, yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.Maka setiap akhir tahun tanggal 24 bulan 12 Imlek (atau h-6 tahun baru), Dewa Tungku akan pulang ke surga serta melaporkan tugasnya kepada Raja Surga. Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi rakyat, timbullah gagasan untuk memberikan hidangan yang menyenangkan atau hal-hal yang dapat membuat Dewa Tungku tidak murka. Sehingga nantinya, jika ia laporan ke Raja Surga, menyampaikan laporan yang baik-baik dari rakyat yang diawasinya.Bagaimana caranya supaya Dewa Tungku tidak murka, yang menyampaikan laporan baik-baik saja pada Raja Surga? Akhirnya, warga pun mencari bentuk sajian yang manis, yakni kue yang disajikan dalam keranjang. Maka disebutlah kue keranjang, yang sudah mentradisi setiap tahun disajikan untuk merayakan tahun baru Imlek.Dalam menyajikan kue untuk Dewa Tungku, kue keranjang yang manis tersebut, juga ditentukan bentuknya yakni harus bulat. Hal ini bermakna, keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat berkumpul (minimal) satu tahun sekali, serta tetap menjadi keluarga yang bersatu, rukun, bulat tekad dalam menghadapi tahun baru yang akan datang. Tradisi ini pun dibawa terus secara turun temurun, sampai sekarang ini.Kini, kue keranjang tersebut sudah mulai banyak di pasar, dengan ukuran yang kecil sampai yang besar. Dalam kepercayaan, kue tersebut juga disajikan di depan altar, atau di dekat tempat sembahyang di rumah. Semua ini, disajikan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek, yang sekarang ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Maka sudah seharusnya, kue keranjang tersebut sudah disajikan, agar Dewa Tungku tidak murka.Ternyata tradisi kue keranjang ini juga tidak hanya oleh warga Tionghoa merayakan Imlek, hari raya Idul Fitri pun ada umat Islam yang menyuguhkan kue keranjang, yang sudah memasyarakat itu. Artinya, kue tersebut sudah menjadi milik masyarakat luas, yang sudah tidak asing lagi.Bentuk-bentuknya juga bermacam-macam, dari yang kecil sampai yang besar, namun rasanya yang khas, menjadikan kue keranjang diminati oleh banyak orang. Tak hanya itu, kue keranjang juga dikenal cukup awet dan tahan beberapa hari. Sehingga, dapat disajikan kapan saja. Bahkan, setelah Imlek pun juga masih dapat disajikan.Sumber : http://gugling.comTemukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.

Menjelang perayaan imlek tepat tanggal 3 februari nanti sebagian besar masyarakat keturunan tionghoa mulai mempersiapkan segala keperluannya. Namun di dalam budaya masyarakat Tionghoa khususnya di hari perayaan Tahun Baru Cina ada banyak hal yang menjadi pantangan untuk tidak dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, yakni : - Bicara yang Baik dan Sopan. Selama masa perayaan Tahun Baru Anda dilarang bicara tentang kematian dan bercerita tentang hantu. Kedua subjek di atas dianggap membawa sial.
- Jangan Bersih-bersih. Anda punya alasan jika rumah anda begitu kotor karena adalah pantangan untuk menyapu rumah di hari Tahun Baru karena bisa disamakan dengan menyapu keluar keberuntungan anda sekeluarga.
- Bersih-bersih di Malam Tahun Baru. Menyambung poin nomor 2, rumah harus sudah dibersihkan pada malam Tahun Baru sehingga anda tidak perlu bersih-bersih pada hari perayaan.
- Jangan Beli Buku. Membeli buku pada hari perayaan membawa nasib buruk. Kenapa? Dalam dialek Cantonese membeli buku sama dengan "kerugian".
- Jangan Beli Sepatu Baru. Membeli sepatu juga bukan ide baik. Dalam bahasa Cantonese itu berarti "kesulitan".
- Pinjam Meminjam. Jika Anda punya hutang ini adalah waktu yang tepat untuk bayar hutang atau anda akan berhutang sepanjang tahun.Teman Anda perlu uang? Karena hal yang sama berlaku, pinjamkan maka anda akan punya piutang sepanjang tahun.
- Simpan Gunting dan Pisau. Simpan semua pisau dan gunting karena dikatakan mereka akan memotong keberuntungan.
- Paint the Town Red. Pakaian yang berwarna-warni membawa keberuntungan baik, khususnya warna merah.
- Sekantung kembang gula. Bagikan kembang gula agar membawa hal-hal yang manis sepanjang tahun.
- Datangkan Udara Segar. Bukan pintu dan jendela agar udara segar Tahun Baru memenuhi rumah Anda. Beberapa masyarakat melakukan ritual membuka pintu dan jendela di malam pergantian tahun.
Sumber : http://www.wikimu.comTemukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.

Sudah sepuluh kali terakhir ini kalau tidak salah Tahun Baru Imlek alias Tahun Baru Cina dijadikan sebagai bagian dari hari libur Nasional Republik Indonesia. Era KH Abdurrachman Wahid merupakan penyegaran dan cahaya baru khususnya bagi etnis Tionghoa yang ada di Indonesia, setelah lebih dari 30 tahun tidak diperbolehkan menunjukkan jatidirinya sebagai suatu suku bangsa. Masih segar dalam ingatan, sebelum tahun 1998, apa saja yang berbau Cina dianggap tidak nasionalis, tidak patriotik, dan dalam banyak hal dikait-kaitkan dengan komunisme di RRC. Hal ini berlangsung ketika hubungan Indonesia dengan Cina terputus pada tahun 1966 dan baru mengalami perbaikan pada tahun 1989.Pelarangan atas segala macam hal berbau Cina berlangsung dalam banyak cara. Seperti keharusan mengganti nama dari nama Cina ke nama Indonesia atau nama Cina yang diindonesiakan, pelarangan agama Konghuchu sehingga etnis Tionghoa harus memilih salah satu dari lima agama yang diakui di Indonesia, penutupan sekolah-sekolah berbahasa Cina sampai dilarangnya penggunaan bahasa Cina secara meluas diseluruh Indonesia, serta perlakuan-perlakuan diskriminatif lainnya seperti dipersulitnya mereka memasuki ranah politik, militer dan bahkan hingga masalah kewarganegaraan dimana untuk mengurus KTP saja harus menunjukkan surat bukti kewarganegaraan Indonesia (yang seharusnya tidak perlu, karena mereka yang kelahiran Indonesia secara otomatis adalah WNI). Warna Cina hanya nampak pada klenteng-klenteng yang pada masa Orde Baru sangat terbatas kegiatannya. Kendati Feng Shui (atau bahasa selatannya Hong Shui)Tapi dengan terbukanya klep ketertutupan ini pasca 1998, perlahan kebudayaan Cina mulai kembali menunjukkan jati dirinya ditengah masyarakat Indonesia. Bahkan pada awal tahun 2000-an salah satu televisi swasta terkemuka ditanah air mulai menayangkan berita berbahasa Mandarin setiap hari dengan durasi setengah jam dan berlangsung hingga kini. Aneka macam budaya Cina-pun mulai kembali ditekuni seperti makin maraknya grup Barongsai yang anggotanya bukan hanya dari etnis Tionghoa, melainkan juga dari kalangan pribumi tanpa memandang asal usul dan agamanya (pendek kata kesenian Barongsai sudah menjadi milik bersama), Wushu, Kungfu dan kursus bahasa Mandarin.Kebangkitan Budaya MinoritasBelakangan kian banyak keturunan Cina Indonesia yang dengan terbuka menyebut dirinya sebagai etnis Tionghoa. Kendati sebenarnya mereka berasal dari suku Hokkien, Hokchia, Teochew, Hakka (Ge), Kanton, Mandarin dan sebagainya, namun di Indonesia mereka dianggap satu sebagai etnis Cina alias Tionghoa. Kesadaran ini muncul seperti dengan keterbukaan mereka menyebut diri sebagai umat Tri Dharma (khususnya Konghuchu) dan mengganti agama dalam KTP mereka dengan Konghuchu.Segala sesuatu yang berbau Cina kini sudah menjadi kelaziman, kendati huruf Cina hanya muncul sporadis tidak seperti di Malaysia atau Singapura.Tentunya budaya Cina di Indonesia ini akan berbeda dengan yang ada di Malaysia, karena secara sejarah dan sosio-politik keduanya sudah terpecah dan identitas keindonesiaan dikalangan etnis Tionghoa inipun bervariasi pada setiap individunya. Tapi, yang bisa diambil sebagai garis besar, etnis Cina Indonesia dalam banyak hal bisa jauh lebih nasionalis dibanding dengan orang pribumi Indonesia sendiri. Banyak kisah yang menyebutkan bahwa orang Cina Indonesia dimancanegara mengidentifikasi dirinya sebagai orang Indonesia. Bangsa Indonesia bersuku Tionghoa.Saya bangga dengan kemajemukan, kendati mengalami proses asimilasi (baik asimilasi parsial atau total) tentunya setiap minoritas berhak mempertahankan meski sebagian dari budaya leluhurnya. Revitalisasi budaya seperti budaya Cina ini tidak perlu ditakuti, karena toh mereka sudah menyatakan dan merasa memiliki Indonesia ini sebagai tanah tumpah darah mereka, bukan Chungkuo atau Tiongkok yang merupakan tanah asal leluhur mereka.Sumber :http://sosbud.kompasiana.comTemukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.

Bagi Anda yang sedang sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk perayaan Imlek, jangan lupa hadiri Imlek Fair 2011 yang diselenggarakan pada 15-23 Januari 2011 di CBD (Central Business District) di Jalan Padang Golf Polonia Medan-Sumatera Utara. Dalam rangka menyambut tahun baru Cina, acara ini memamerkan beberapa stan dengan beragam produk dari dunia usaha dengan menampilkan budaya seni, aneka menu makanan dan hiburan bagi masyarakat Sumut terutama kota Medan.“Bagi suku bangsa China, perayaan menyambut tahun baru Imlek layak dirayakan, di antaranya dengan pertunjukan budaya dan prosesi ritual keagamaan memaknai datangnya tahun baru dengan harapan dan semangat baru untuk dapat mencapai kehidupan lebih baik dari tahun sebelumnya. Dari hal ini, Imlek Fair, mulai digelar sejak tahun 2004 khususnya di Kota Medan, merupakan pameran multi usaha terbesar 2011 mendatang,” kata Project Director Imlek Fair (IF) 2011, Albert Kang didampingi Public Relation IF 2011 Darwinsyah Purba, kepada Sumut Online hari ini.Albert Kang mengatakan dan promosi perdagangan Sumut khususnya kota Medan dipadu dengan pertunjukan hiburan multi etnis Indonesia. Disinilah, keunikan acara Imlek Fair di mana berbagai macam suku bangsa dan agama dapat berbaur sehingga kerukunan umat beragama di Sumut terutama di Kota Medan selalu terjaga dengan baik,” paparnya.Imlek Fair merupakan ajang promosi sepektakuler yang akan memamerkan multi usaha di mana CBD Polonia memiliki areal seluas 40 hektar sehingga lahan parkir dan untuk lahan stand sangat cukup memadahi untuk menampung pengunjung dalam jumlah yang lebih besar dari tahun sebelumnya.Menurut Ketua Walubi Sumut, Indra Wahidin menanggapi bahwa Imlek merupakan kegiatan tahunan yang dirayakan etnis Thionghoa digelar dalam menyambut Gong Xi Fat Chai 2562 yang sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Pada tahun 2011 kali ini imlek memiliki nilai filosofi tahun Kelinci yakni tahun persahabatan dan kedamaian Bagi suku bangsa China, perayaan menyambut tahun baru Imlek layak dirayakan, diantaranya dengan pertunjukan budaya dan prosesi ritual keagamaan memaknai datangnya tahun baru dengan harapan dan semangat baru untuk dapat mencapai kehidupan lebih baik dari tahun sebelumnya.“Walubi sangat mendukung kegiatan Imlek Fair setiap tahunnya karena selain ajang promosi berbagai dunia usaha dan kebudayaaan di mana kegiatan ini dapat menyatukan multi etnis di kota Medan,” tegasnya.Dia menambahkan, bagi suku bangsa Thionghoa sendiri perayaan penyambutan tahun baru Imlek layak dirayakan bagi masyarakat kota Medan karena acara ini bukan milik masyarakat Thionghoa tetapi sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia secara keseluruhan. (Winsyah Purba)Sumber :http://www.sumutonline.comTemukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.

Dalam perhitungan kalender masehi kini kita telah memasuki tahun 2011, dan pada tanggal 3 februari nanti berdasarkan kalender cina kita akan memasuki Tahun baru cina, yang pada tahun 2011 ini berarti kita akan memasuki tahun kelinci yang mempunyai unsur emas. Jika tahun 2010 lalu masuk dalam shio macan logam yang melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. Shio macan memegang kendali kekaguman dan kehormatan dari segala penjuru.
Shio Kelinci Emas, Menurut kepercayaan Tionghoa, orang yang mempunyai shio kelinci adalah orang yang pendiam, pemalu, retrospektif, dan bertenggang rasa, keanggunan, sopan-santun, nasihat baik, kebaikan dan kepekaan terhadap segala bentuk keindahan.
Kelinci dalam mitologi Cina (Fengshui) adalah lambang umur panjang dan dikatakan sebagai turunan Bulan, maka tidak mengherankan bila orang yang lahir pada tahun Kelinci tergolong paling beruntung di antara kedua belas shio lainnya.Shio Kelinci - 2011, 1999, 1987, 1975, 1963, 1951, 1939, 1927, 1915, 1903So, mari persiapkan diri kita tuk memasuki tahun baru dengan shio kelinci emas ini.
Sumber : http://sarimingeek.com
Shio illustration : http://marimerupa.blogspot.com
Temukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.
Takkan lama lagi kita akan menyambut Imlek dan sudah menjadi kebiasaan pada umumnya persiapan untuk menyambut perayaan tersebut dilakukan sebulan lebih awal (seperti juga sambutan Hari Natal) seperti pembelian hadiah, dekorasi, makanan dan pakaian. Rumah juga turut dibersihkan beberapa hari sebelum perayaan disambut sebagai simbolik membuang segala ‘nasib malang’ dan pintu serta bingkai tingkap dicat dengan warna merah. Keratan kertas dan madah yang bertemakan kegembiraan, kekayaan dan kesejahteraan turut dihias di pintu-pintu dan tingkap-tingkap di rumah.
Malam menjelang sambutan Tahun Baru Cina merupakan saat yang dinanti-nantikan. Hidangan yang istimewa seperti udang (lambang kehidupan dan kegembiraan), tiram kering (juga dikenali sebagai ho xi yang melambangkan perkara baik), salad ikan mentah (juga dikenali sebagai yu sheng yang melambangkan nasib baik dan kemasyhuran) dan sebagainya menjadi santapan utama. Pada tengah malam, langit akan diterangi dengan cahaya dari kembang api dan mercon/petasan yang dibakar sebagai menghormati tradisi turun-temurun.
Setibanya Hari Tahun Baru Cina pula, tradisi lama yang dikenali sebagai Hong Bao (yang bermaksud peket merah) diamalkan. Di Malaysia, amalan ini lebih dikenali sebagai pemberian ang pau. Ang pau diberikan oleh pasangan yang telah menikah kepada orang dewasa yang belum menikah dan anak-anak di dalam sampul yang berwarna merah. Pesta Lantern pula disambut sebagai tanda berakhirnya Tahun Baru Cina. Walaupun terdapat banyak sambutan dalam Tahun Baru Cina, namun pesan perayaan tersebut adalah sama yakni keamanan dan kegembiraan buat kaum keluarga dan sahabat handai.
So bagaimana dengan Anda ? sudahkan mempersiapkan segala keperluan untuk imlek tahun ini ?
Sumber : http://www.schoolnet.my
Temukan hadiah yang unik dan menarik untuk orang-orang terkasih dalam daftar Hadiah Imlek Anda.